Berita

Pemkab Tanbu Terbitkan Surat Edaran Jam Kerja ASN di Bulan Ramadhan

  • Penulis: admin, 25-05-2017 10:45
  • BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) menerbitkan Surat Edaran Nomor : 060/111/ORG tentang Penetapan Jam Kerja Bulan Ramadhan 1438 Hijriah / 2017. Surat edaran yang dikeluarkan tanggal 22 Mei 2017 tersebut ditandatangani oleh Plt. Sekretaris Daerah Tanah Bumbu Ir. Erno Rudi Handoko.

    Surat edaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu  merupakan tindaklanjut dari Surat Kementerian Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  Nomor 20 Tahun 2017 tentang Penetapan Jam Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri pada Bulan Ramadhan yang diterbitkan tanggal 16 Mei 2017.

    Diterbitkannya Surat Edaran tersebut dalam rangka lebih memberikan kenyamanan, kekhusyukan, dan makna bulan Ramadhan bagi karyawan dan karyawati dalam melaksanakan ibadah puasa dengan tanpa mengurangi disiplin dan pelayanan kepada masyarakat.

    Dalam surat edaran tersebut diatur jam kerja ASN Pemkab Tanbu. Selama Bulan Ramadhan, Jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) bakal berkurang. Karyawan dan karyawati di lingkungan Pemkab Tanbu bakal  pulang kerja pukul 15.00 wita atau lebih awal satu jam dari biasanya.

    Sebelumnya, jam kerja ASN Pemkab Tanbu yaitu Senin – Jum’at  masuk kerja pukul 08.00 Wita dan pulang kerja pukul 16.00 wita. Sedangkan  di bulan suci Ramadhan jam kerja ASN mengalami perubahan yaitu Senin – Jum’at masuk kerja pukul 08.00 wita dan pulang kerja pukul 15.00 wita.

    Dalam Surat Edaran tersebut juga mengatur tentang jumlah jam kerja bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau unit kerja yang melaksanakan 5 hari kerja atau 6 hari kerja selama bulan ramadhan harus memenuhi ketentuan 32,5 jam perminggu.

    Selain itu, bagi SKPD yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat agar jam kerja diatur secara khusus oleh kepala SKPD atau Unit Kerja yang bersangkutan dengan memperhatikan intensitas pelayanan.

    Untuk kegiatan Senam Kesegaran Jasmani yang dilaksanakan rutin setiap Hari Jum’at pagi, maka selama bulan ramadhan ditiadakan. Kemudian, ketentuan aturan masuk kerja tersebut hanya berlaku selama Bulan Suci Ramadhan saja. (SBM/Relhum)
    Selanjutnya »

    PMI Siapkan 350 Kantong Darah Selama Ramadhan

  • Penulis: admin, 25-05-2017 10:45
  • BATULICIN – Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kabupaten Tanah Bumbu terus berupaya mengantisipasi kekurangan stock darah di Rumah Sakit Umum (RSU) dr. H. Andi Abdurahman Noor.

    Terlebih lagi saat bulan ramadhan ini, PMI sudah mempersiapkan ketersediaan darah melalui aksi donor darah diberbagai Kecamatan bersama pihak Pemerintah Daerah dan PT Arutmin Tambang Batulicin.

    “Sebanyak 350 kantong yang dipersiapkan adalah bentuk antisipasi minimnya ketersediaan darah di rumah sakit. Mengingat selama bulan puasa ini kami tidak ada mengadakan gelar donor darah di berbagai Kecamatan,” kata Ketua PMI cabang Kab.Tanah Bumbu Gusti Hidayat di sela acara donor darah yang digelar Rabu (24/5) diruang Rapat Setda Kantor Bupati.

    Guna memenuhi ketersediaan darah demi kebutuhan pasien di RSU dr. H. Andi Abdurahman Noor Batulicin. Pihaknya mengajak jajaran SKPD Pemkab Tanah Bumbu dan masyarakat agar berpartisipasi menyumbangkan darahnya di kesempatan manapun.

    “Meskipun bukan saat ada gelar donor darah, pihak PMI bersedia dan melayani partisipasi warga yang akan menyumbangkan darahnya baik di kantor PMI maupun Rumah Sakit setempat,” kata Gusti Hidayat.

    Selain itu katanya, pihak Rumah Sakit saat ini sedang mengalami kekurangan darah. Terutama golongan darah A dan AB.

    “Diharapkan melalui gelar donor darah lebih banyak ditemukan jenis dan golongan A dan AB yang menjadi prioritas dan di butuhkan pasien Rumah Sakit tersebut,” jelasnya.

    Di kesempatan yang sama. Kepala Departemen SHE dan Engginering Arutmin Tambang Batulicin Efendi mengatakan pihaknya sangat mendukung kerjasama antara PMI dan Pemerintah Daerah.

    Menurutnya, kerjasama ini adalah merupakan program CSR PT. Arutmin Tambang Batulicin yang berorientasi kegiatan sosial bagi masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu.

    “Kami sangat mengapresiasi di setiap kegiatan itu, sebelumnya kami menargetkan 200 kantong darah ternyata di tiap kegiatan justru melebihi 200 kantong darah,” ungkap Efendi.

    Sementara itu bentuk kerjasama yang sudah terjalin ditandai dengan penyerahan 2 Box darah kepada PMI cabang Kab. Tanah Bumbu melalui program CSR PT. Arutmin Tambang Batulicin. Serta penghargaan Pemerintah Daerah kepada pihak Arutmin. (Win)
    Selanjutnya »

    Perusahaan Tambang Peduli Lingkungan

  • Penulis: admin, 25-05-2017 10:44
  • BATULICIN – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2017 dengan tema “Conecting People To Nature”, PT Jhonlin Group mengadakan penyisipan penanaman tanaman lokal dan tanaman spesies anggrek di Areal Pasca Tambang yang terletak di PT Jhonlin Baratama, Desa Sungai Dua Kecamatan Simpang Empat, Rabu (24/5).

    Acara dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Dinas Lingkungan Hidup Tanah Bumbu, PT Arutmin, PT Maju Terus Revitama, PT Gajah Mada, dan PT Trakindo.

    Adapun lahan yang ditanami seluas 2 Hektar, dengan 120 pohon jenis ulin mahoni dan angrek spesies jenis dendrobium di Areal Reklamasi PIT Akasia.

    Dalam sambutanya Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra H.M. Idjra’i mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PT Jhonlin Baratama dan PT Arutmin Indonesia. Dimana perusahaan ini selalu peduli pada lingkungan dengan melakukan penanaman pohon di areal pasca tambang.

    Sementara itu, Mine Maneger PT Arutmin Indonesia, Iwan Sugiarto Kusnadi mengatakan, melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup ini kami dengan seluruh penambang yang ada diwilayah kabupaten tanah bumbu selalu peduli lingkungan yang mana kawasan pertambangan merupakan kawasan yang harus direklamasi pasca tambang dengan melakukan penanaman berbagai jenis pohon sehingga daerah eks tambang kembali pulih dengan hutan hijau.

    Penanggung Jawab Operasional PT Jhonlin Baratama, Sutarno mengucapkan terimakasih kepada seluruh pimpinan perusahan yang berhadir pada acara tersebut.

    “Kami dari PT Jhonlin tidak hanya menambang saja, tapi juga turut peduli terhadap lingkungan dengan melakukan revitasilasi melalui penanaman pohon di areal pasca tambang diwilayah pertambangan ini,” kata Sutarno. (Iwn/MC.Tanbu)
    Selanjutnya »

    Bupati Minta Hasil Pangan Serba Ikan Menjadi Suguhan Tamu Luar Daerah

  • Penulis: admin, 25-05-2017 10:44
  • BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming meminta menu pangan serba ikan harus menjadi suguhan kepada tamu yang berkunjung ke Kabupaten Tanah Bumbu.

    “Sebagaimana yang diharapkan Bupati,
    hasil olahan pangan dari ikan yang di suguhkan kepada tamu luar memberi kesempatan buat daerah kita untuk memperkenalkan bahwa kita sudah punya terobosan dalam memanfaatkan hasil laut secara kreatif,” kata Kepala Dinas Perikanan Kab.Tanah Bumbu Drs. H. Rahmat HM, M.Pd, saat membuka Lomba Menu Masak Serba Ikan di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Desa Pondok Butun, Selasa (23/5).

    Ia mengatakan, hasil pangan dari ikan itu diharapkan bisa terus berkembang dan harus dipertahankan sebagai ikon daerah sendiri.

    “Selain menjadi ikon daerah, hasil kreatifitas olahan masyarakat itu bisa di kemas secara sehat hingga menjadi barang yang bernilai jual demi tambahan ekonomi masyarakat,” tutupnya.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab.Tanah Bumbu Jurhamin, S.Pt mengatakan saat ini pemerintah gencar melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan.

    Menurutnya, upaya ini dilakukan tidaklah untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat untuk mengkonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangan, baik jenis pangan sumber karbohidrat, protein, vitamin dan mineral sehingga menjadikan kualitas gizi menjadi lebih baik.

    “Potensi pangan berbasis sumber daya lokal di daerah kita selain bahan pokok beras sangat besar. Sebab pemanfaatan pekarangan dan produksi ikan yang lebih akan menjadi modal guna meningkatkan kualitas gizi keluarga dan masyarakat Tanah Bumbu,” jelasnya.(win)
    Selanjutnya »

    Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara

  • Penulis: admin, 25-05-2017 10:43
  • Oleh : dr. Deky Atmadja

    Pola penyakit saat ini telah mengalami transisi epidemiologi yang ditandai dengan beralihnya penyebab kematian yang semula didominasi oleh penyakit menular bergeser ke penyakit tidak menular (non-communicable disease) termasuk diantaranya penyakit kanker.

    Perubahan pola penyakit tersebut sangat dipengaruhi oleh keadaan demografi, sosial ekonomi, dan sosial budaya. Salah satu diantaranya ialah kanker serviks atau kanker leher rahim dan kanker payudara, dimana penyakit tersebut menjadi hal yang menakutkan bagi setiap wanita.

    Berdasarkan data WHO sejak 2005 penyakit kanker merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, dimana kanker sebagai penyebab kematian nomor 2 di dunia sebesar 13% setelah penyakit kardiovaskular. Setiap tahun, 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia. Diperkirakan pada 2030 kejadian tersebut dapat mencapai hingga 26 juta orang dan 17 juta di antaranya meninggal akibat kanker, terlebih untuk negara miskin dan berkembang kejadiannya akan lebih cepat.

    Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor/kanker adalah 1,4 per 1000 penduduk. Prevalensi kanker tertinggi terdapat di DI Yogyakarta (4,1‰), diikuti Jawa Tengah (2,1‰), Bali (2‰), Bengkulu dan DKI Jakarta masing – masing 1,9 per mil.

    Kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim. Berdasarkan estimasi Globocan, International Agency for Research on Cancer (IARC) tahun 2012, insidens kanker di Indonesia 134 per 100.000 penduduk dengan insidens tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara sebesar 40 per 100.000 diikuti dengan kanker leher rahim 17 per 100.000 dan kanker kolorektal 10 per 100.000 perempuan. Berdasarkan data Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) 2010, kasus rawat inap kanker payudara 12.014 kasus (28,7%), kanker leher rahim 5.349 kasus (12,8%).

    IMG-20170509-WA0011

    Kanker Laher Rahim
    Kanker Leher Rahim atau Kanker Servik adalah kanker yang menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim.

    Penyebab utama Kanker ini adalah adanya paparan/infeksi dari Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini ditemukan pada 95% kasus Kanker Leher Rahim. Ada dua golongan HPV yaitu HPV resiko tinggi atau HPV onkogenik antara lain HPV tipe 16, 18 dan 31, 33, 45, 52, 58 sedangkan HPV resiko rendah atau HPV non-onkogenik antara lain HPV tipe 6, 11, 32 dsb.

    Proses terjadinya kanker leher rahim sangat erat hubungannya dngan proses metaplasia. Masuknya mutagen atau bahan-bahan yang dapat merubah perangai sel secara genetik pada saat fase aktif metaplasia dapat berubah menjadi sel yang berpotensi ganas. Sel yang mengalami mutasi displastik dan kelainan epitel disebut displasia. Lesi displasia dikenal sebagai lesi prakanker. Dari lesi prakanker sampai berkembang menjadi kanker memakan waktu 3-17 tahun.

    Faktor resiko kanker leher rahim adalah : menikah/memulai aktivitas seksual pada usia kurang dari 20 tahun, berganti-ganti pasangan, riwayat infeksi daerah kelamin atau panggul, perempuan melahirkan banyak anak, perokok.

    Deteksi dini/skrining kanker leher rahim bertujuan untuk menemukan lesi prakanker, beberapa metode yang umum diantaranya : Papsmear dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Deteksi dini dengan metode IVA saat ini menjadi program nasional karena mudah dilaksanakan, murah, cepat dan mempunyai nilai akurasi yang cukup tinggi.

    Kelompok sasaran skrining ditujukan kepada perempuan berusia 30-50 tahun atau kurang dari 30 tahun yang sudah aktif berhubungan seksual, perempuan yang menjadi klien pada klinik Infeksi Menular Seksual (IMS), perempuan yang menjadi klien pada klinik KB
    Seseorang perempuan yang mendapatkan hasil tes IVA negatif harus menjalani skrining 3-5 tahun sekali dan bagi yang tes IVA positif akan mendapatkan pengobatan serta harus menjalani tes enam bulan berikutnya.

    Pelayanan IVA diberikan oleh petugas kesehatan (Bidan/Dokter Umum/Dokter Spesialis Kandungan) yang terlatih IVA. Pelayanan dapat dilakukan di puskesmas dan jejaringnya, klinik dan tempat praktek swasta.
    Terapi diberikan berdasarkan ringan beratnya proses kanker tersebut.

    Kanker Payudara
    Kanker Payudara adalah kanker yang menyerang pada payudara dapat berasal dari kelenjar, saluran, jaringan lemak maupun jaringa ikat payudara.
    Sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti yang menjadi penyebab utama kanker ini.

    Faktor resiko utama kanker payudara berhubungan dengan keadaan hormonal (esterogen dominan) dan genetik. Faktor gaya hidup tidak sehat, riwayat radiasi, obat-obatan hormonal, menstruasi pertama kurang dari umur 12 tahun, menopause lebih dari umur 50 tahun, tidak pernah melahirkan, tidak pernah menyusui dan melahirkan anak pertama usia lebih dari 35 tahun juga menjadi faktor resiko terjadi kanker payudara.

    Deteksi dini/skrining kanker payudara bertujuan untuk mendeteksi dan mengindentifikasi secara dini adanya kanker payudara. Skrining dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat pemeriksaan mutakhir seperti ultrasonografi (USG), mamografi dan pemeriksaan payudara oleh tenaga kesehatan terlatih (SADANIS) serta pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

    Penemuan dini melalui SADANIS dan SADARI diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian serta meningkatkan kualitas hidup kaum perempuan.

    Alasan utama meningkatnya kanker leher rahim dan kanker payudara di negara berkembang adalah karena kurangnya program skrining yang efektif dengan tujuan untuk medeteksi keadaan sebelum kanker maupun kanker pada stadium dini termasuk pengobatannya sebelum proses infasif yang lebih lanjut. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan, sekitar sepertiga dari kasus-kasus kanker termasuk kanker serviks dan kanker payudara datang ketempat pelayanan kesehatan pada stadium yang sudah lanjut dimana kanker tersebut sudah menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh.

    Disisi lain kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker termasuk faktor-faktor risiko dan upaya pencegahannya masih kurang. Karena itu perlu ada suatu gerakan bersama, menyeluruh dan berkesinambungan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker terutama kanker serviks dan kanker payudara.
    Selanjutnya »

    Peringati Harkitnas ke 109, Bupati Tanbu Minta Dijadikan Momentum Memperkuat Semangat Nasionalisme

  • Penulis: admin, 25-05-2017 10:41
  • BATULICIN – Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Mardani H Maming meminta agar momentum Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 109 dan HUT Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan ke 68 dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme.

    “Kedua peringatan ini harus kita jadikan sebagai momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, persatuan dan tanggungjawab dalam rangka melanjutkan perjuangan para pendahulu kita terutama mengisi kehidupan masa kini untuk hal-hal yang berguna bagi daerah, nusa, dan bangsa,” Pinta Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu), H.M. Idjra’i pada saat menjadi Pembina Upacara Gabungan, Senin (22/5) di Halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu, Gunung Tinggi, Batulicin.

    Menurut Bupati Mardani H Maming, kemajemukan suku, agama, dan budaya serta kemajukan lainya yang dimiliki Indonesia jangan sampai mencerai-beraikan bangsa Indonesia. Beda pandangan politik dan beda kepentingan adalah suatu dinamika yang perlu dihormati dengan tetap menempatkan rasa persatuan dan kebangsaan diatas segala-galanya.

    Terkait Harkitnas, Bupati menyebutkan, Harkitnas merupakan titik awal kebangkitan bangsa Indonesia untuk bersatu melawan penjajah dan penindasan.

    Sedangkan Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan 17 Mei 1949 merupakan prestasi sejarah yang menunjukan kegigihan perjuangan komitmen untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Sejalan dengan semangat kebangkitan nasional tersebut maka Peringatan Harkitnas ke 109 Tahun 2017 mengangkat Tema “Pemerataan pembangunan Indonesia yang berkeadilan sebagai wujud kebangkitan nasional”.

    Tema tersebut diharapkan agar pemaknaan kebangkitan nasional lebih difokuskan pada perwujudan pemerataan pembangunan menuju Indonesia yang berkeadilan dari Sabang sampai Marauke, dengan tujuan untuk terus memelihara, menumbuhkan, dan menguatkan jiwa nasionalisme kebangsaan kita sebagai landasan dasar dalam melaksanakan pembangunan, menegakan nilai-nilai demokrasi, berlandaskan moral dan etika berbangsa dan bernegara, serta mempererat persaudaraan untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi bangsa Indonesia kedepan dalam bingkai NKRI.

    Sementara itu, melalui Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, Bupati Mardani H Maming mengajak kepada seluruh masyarakat untuk membangkitkan semangat perjuangan dan kesadaran bersama bahwa persatuan dan kesatuan merupakan modal utama untuk melangsungkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Kepada seluruh peserta Upacara Gabungan, Bupati Mardani H Maming juga mengucapkan selamat memperingati Harkitnas ke 109 dan HUT Proklamasi Gubernur Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan ke 68.

    “Momentum ini hendaknya kita jadikan untuk semakin memantapkan semangat nasionalisme dan perjuangan kita untuk terus bekerja keras dalam membangun dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Bersujud,” Ajak Bupati Mardani H Maming. (Rel/MC.Tanbu)
    Selanjutnya »